Angel

I’m alone
Yeah, I don’t know if I can face the night
I’m in tears and the cryin’ that I do is for you
I want your love - Let’s break the walls between us
Don’t make it tough - I’ll put away my pride
Enough’s enough I’ve suffered and I’ve seen the light

Baby
You’re my angel
Come and save me tonight
You’re my angel
Come and make it all right

Don’t know what I’m gonna do
About this feeling inside
Yes it’s true - Loneliness took me for a ride
Without your love - I’m nothing but a begger
Without your love - a dog without a bone
What can I do I’m sleeping in this bed alone
Come and save me tonight

You’re the reason I live
You’re the reason I die
You’re the reason I give
When I break down and cry
Don’t need no reason why

Baby, Baby

You’re my angel
Come and save me tonight
you’re my angel
Come and take me allright
Come and save me tonight, Come and save me tonight, Come and save me tonight,
Come and save me tonight, Come and save me tonight

 angel von aerosmith

Dear Mickey this one dedicated for you…

still miss you…

Tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan perasaanku yang jauh tersembunyi di dasar hati ini (dan kutahu kau ada disitu)

Semua terkubur lebur menjadi satu mengalir bersama darahku, bernyanyi bersama denyut nadiku.

Menyatu satu hingga tak bisa lagi kubedakan hidup dengan atau tanpamu.

Tapi satu yang tak bisa kupungkiri, kau bagai candu dalam diriku.

Sayang, kupasrahkan hidupku bersama alur takdirku, walau perih kurasakan menyayat hatiku dan merobek jantungku.

Pernahkah kau rasakan siksa itu? Andainya saat bersamamu adalah mimpi, maka aku ingin hidup dalam mimpi bersamamu… selalu bersamamu ’cause I still miss you…

 

for someone out there…hope you’ll never forget me…

 

I carry your heart with me…

i carry your heart with me (i carry it in my heart)

i am never without it (anywhere i go you go, my dear

and whatever is done by only me is your doing, my darling)

i fear no fate ( for you are my fate, my sweet)

i want no world (for beautiful you are my world, my true)

and it’s you are whatever a moon has always meant

and whatever a sun will always sing is you

here is the deepest secret nobody knows

(here is the root of the root and the bud of the bud and the sky

of the sky of a tree called life; which grows higher

than the soul can hope or mind can hide)

and this is the wonder that’s keeping the stars apart…

i carry your heart (i carry it in my heart)

 

von e.e. cunnings

 

This poem truely touched me, I lost someone close to me… whom i loved so dearly,

and this poem reminds me of him…

I will carry him in my heart for the rest of my life…

Happy birthday dear… may God bless you and your new life …

 

 

 

Kita kan orang-orang ahli…

Barusan ketemu ama temen aku yang adalah supervisor bagian HK. Dateng2 ke officeku sambil ngomel2 gara-garanya ajudannya Yth Bp. F**** B*** merokok di kamar yang jelas-jelas non smoking room.

Padahal waktu check in udah dijelasin klo itu kamar NS and klo ngerokok bakalan kena denda. Ehh tapi apa yang terjadi, ternyata tamu lain yang satu lantai dengan ajudan2 itu pada complain karena mereka merokok. Dan hebatnya begitu mereka ditegur ama Manager on Duty, mereka bilang, “kita kan orang2 ahli…” (maksud looohhhh??? baru juga jadi ajudan udah belagu!!!!), dan mereka nggak mau terima di denda….

Wheeelaaa dalaaahhhh… jaman edan tenan iki…!!!! Sing salah ora rumangsa salah, sing bener ketula-tula…piye tho iki ?!?! Coba klo semua aparat pemerintah dari yang kroco2 (termasuk yang bangga jadi ajudan tuh…) sampe penguasa yang paling tinggi punya mental kayak Presiden Ahmadinejad, dijamin gak bakalan ada golput tiap kali PEMILU…

Kok nggak kayak di iklan ?!

Barusan aja aku nelpon ke rumah pengen dengerin suara si dede. Ternyata yang ngangkat si mama, dede nggak mau nerima telpon karena lagi lesu. Iya, dede nggak enak badan, sepertinya sih gejala flu. Dua hari lalu si dede minum es teh yang aku beli di tempat tukang mie ayam, abis gitu besoknya mulai agak2 pilek.

Emang nih si dede yang badannya lebih kekar daripada kakaknya yang ceking ternyata lebih “kikrik” istilah Jawanya. Tapi sekarang udah mendingan, klo dulu kena angin  sore kelamaan dikit  ato  kena  gerimis dikit aja pasti udah gitu panas.  Semenjak ulang tahunnya yang kedua baru deh lebih kuat. Nah barusan ini kok panas lagi gara-gara minum es teh. Emang sih bukan salahnya si dede, mungkin aja es batunya nggak pake air mateng (bukan bermaksud mengambing hitamkan si Pak mie ayam lho, tapi menyalahkan es batunya ;)). Atau salah emaknya si dede yang kemakan iklan “lactobacillus protectus”

Wah apapun itu, mo siapa yang bener, siapa yang salah… pokoknya God bless you de… get well soon dear son… mommy loves you…

Cucok buat cewek !

Kutipan dari blognya mbak Maia (http://maia.blogdetik.com)

Women have strenght that amazes men…..She can handle trouble and carry heavy burdens She Holds Happiness,Love and opinions…She Smiles when she feels like screaming….She sings when she feels like crying….She Cries when she’s happy and laughs when she’s afraid….Her Love is Unconditional!But There’s one thing wrong with her…She’s sometime forget she is Worthy !!!!

Forgive and forgiven…

Minggu-minggu terakhir ini aku sering merasa pusing. Sebenarnya sih bukan pusing yang cekot-cekot itu… yang klo di kasih obat langsung ilang pusingnya. Ini cenderung ke tensi yang drop yang bikin aku sempoyongan, bibir terasa dingin dan keliatan pucat.

Beberapa hari belakangan ini aku baru nyadar kalo hal itu datangnya dari diri aku sendiri yang ehemm … terlalu lama menyimpan kemarahan dan kekecewaan. Well, pasalnya aku bentrok ama temen di kantor… aku marah dan kecewa karena dia melakukan sesuatu yang semua orangpun tau kalau hal yang dia lakukan itu nggak etis, nggak baik… Aku kecewa karena dia bukannya nyadar sama kesalahannya ehhh malah ikut-ikutan ngediemin aku (aku ngediemin dia karena tadinya aku pikir hal itu akan bikin dia sadar klo perbuatannya itu buruk trus minta maaf ama aku). Gitu deh… yang ada masalahnya jadi nggak selesai2 malah kitanya pada perang dingin. Udah gitu, lagi sebel2nya ama dia eehhh… aku disuruh ngerangkep kerjaannya gara2 dia sakit. Dan yang bikin aku tambah gondok, waktu dia udah masuk kerja lagi bukannya say thank you udah di cover kerjaannya, eehhh masih tetep ngediemin aku!!! Walahhh… kebangeten tenan bocah iki!!!

Sebenarnya sih intinya bukan permintaan maaf untuk menunjukkan kalau aku yang benar kamu yang salah, tetapi lebih cenderung kepada kesadaran dari temen aku itu bahwa perilaku seperti itu adalah buruk dan di dalam tatanan kehidupan sosial manapun nggak bakalan diterima dimuka bumi ini.

Tetapi karena udah berminggu-minggu si dia nggak nyadar2 dan akunya juga nggak kuat setiap saat denger namanya disebut, ato sekelebatan ngeliat sosoknya aja kepala udah mulai dingin (karena peredaran darah yang seakan nggak kuat untuk nyampe ke otak saking kepentok di dada yang berkecamuk dengan amarah), akhirnya aku putuskan untuk menerima hal ini dengan lapang dada dan memaafkan dia, walaupun aku nggak bisa memaafkan dia saat itu juga.

Ternyata memaafkan yang tulus setulus2nya sangat susah. Aku memulai proses itu selama beberapa hari. Dari mencoba ngelupain kesalahan dia yang bikin aku marah, trus berusaha menumbuhkan rasa kasih dari dalam hatiku untuk dia, mencoba nrima ing panduh, … prosesnya seperti seorang bayi yang lagi belajar berjalan. Suatu saat dia bisa melangkah beberapa tapak, udah gitu jatuh. Trus nyoba berdiri lagi dengan sedikit limbung, jalan lagi … jatuh lagi… Sampai pada beberapa menit lalu karena aku ngerasa udah nggak kuat dengan tubuh yang rasanya melayang terus, akhirnya aku ke klinik dan ternyata hasil cek tensiku normal. Aku minta obat penambah darah abis gitu minum secangkir kopi. Agak mendingan sih, tapi aku pikir lagi itu kan hanya secara jasmani aja. Secara rohani aku belum healed, so barusan tadi aku nyoba bermeditasi sebentar, menanamkan pikiran-pikiran positif di benakku, memohon ampun pada Yang Maha Tinggi, mencoba memaafkan diriku yang nggak mau nrimo, yang terbawa emosi negatif terus hingga merugikan diriku sendiri, trus menanamkan perasaan kasih untuk temenku yang udah nyakitin aku (just forget it) dan memaafkan dia.

Well, setelah berdiam diri sejenak akhirnya aku lebih bisa menata perasaanku, mencoba untuk memulai awal yang baru terutama dari dalam diriku dulu yang harus dibenahi. Ternyata setelah aku bercermin aku merasa lebih bisa nrimo dan memaafkan. Aku jadi ngerasa minggu2 terakhir ini aku cemari dengan hal yang sia2. Mudah-mudahan ini adalah tanda bahwa aku udah bener2 forgave her, dan mudah-mudahan juga I’ve been forgiven by her…